Riyadhus Shalihin : Bacaan Shalawat Kepada Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam 22 Februari 2013
Posted by rusmanjay in Islam.Tags: Riyadhus Shalihin, Shalawat
trackback
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya menyampaikan shalawatnya kepada Nabi -yakni Nabi Muhammad-. Hai orang-orang yang beriman, ucapkanlah shalawat dan salam dengan sebenar-benarnya salam kepada Nabi itu.” (al-Ahzab: 56)
1394. Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash radhiallahu ‘anhuma bahwasanya ia mendengar Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali shalawat, maka Allah akan memberikan kerahmatan padanya sepuluh kali dengan sebab sekali shalawat tadi.” (Riwayat Muslim)
1395. Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Seutama-utama manusia bagiku pada hari kiamat ialah orang yang terbanyak bacaan shalawatnya padaku,” yakni lebih diutamakan oleh beliau Sallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk dapat memperoleh syafaatnya dan dapat kedudukan yang terdekat dengannya. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.
1396. Dari Aus bin Aus r.a., katanya: “Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya diantara hari-harimu yang paling utama sekali ialah hari Jum’at, maka perbanyakkanlah membaca shalawat padaku pada hari itu, sebab sesungguhnya bacaan shalawatmu itu ditunjukkan kepadaku.” Para sahabat berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah shalawat kita semua itu dapat ditunjukkan kepada Tuan, sedangkan Tuan sudah hancur tubuhnya -telah wafat dan dikubur-?” Dalam sebagian riwayat disebutkan: dengan kata-kata: “Sedangkan Tuan telah rusak tubuhnya?” Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu bersabda: “Sesungguhnya Allah mengharamkan pada tanah untuk makan tubuhnya para Nabi.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.
1397. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: “Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Terkena debulah hidung seseorang -yakni amat hina sekali seseorang- yang di waktu nama saya disebutkan di sisinya, tetapi ia tidak suka membaca shalawat padaku.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.
1398. Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: “Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Janganlah engkau semua membuat kuburku itu sebagai hari raya -yakni untuk tempat berkumpul-kumpul guna bersenang-senang-. Bacalah shalawat padaku karena sesungguhnya bacaan shalawatmu semua itu dapat sampai padaku, di mana saja engkau semua berada.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.
1399. Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tiada seorangpun yang memberi salam padaku, melainkan Allah mengembalikan ruhku, sehingga saya dapat rnenjawab salam orang itu.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.
1400. Dari Ali r.a., katanya: “Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Orang kikir ialah orang yang apabila namaku disebut disisinya ia tidak suka membaca shalawat padaku.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits shahih.
1401. Dari Fadhalah bin ‘Ubaid r.a., katanya: “Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah mendengar seorang yang berdoa dalam shalatnya, tetapi ia tidak mengucapkan puji-pujian kepada Allah Ta’ala dan tidak pula membaca shalawat pada Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, lalu Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tergesa-gesa sekali orang ini,” kemudian orang itu dipanggilnya. Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu bersabda pada orang itu atau pada orang lain juga: “Jikalau seorang diantara engkau semua hendak berdoa, maka hendaklah memulai dengan mengucapkan puji-pujian kepada Tuhannya yang Maha Suci serta puji-pujian padaNya, selanjutnya membaca shalawat kepada Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, seterusnya bolehlah ia berdoa dengan apa yang dikehendaki olehnya.” Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits shahih.
1402. Dari Abu Muhammad, yaitu Ka’ab bin ‘Ujrah r.a., katanya: “Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam keluar pada kita, lalu kita berkata: “Ya Rasulullah, kita semua telah mengerti bagaimana cara bersalam kepada Tuan, tetapi bagaimanakah cara kita kalau membaca shalawat kepada Tuan?” Beliau Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Ucapkanlah: “Alhhumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama shallaita ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid. Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama barakta ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid.” Artinya: Ya Allah, berikanlah tambahan kerahmatan pada Muhammad dan pada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan tambahan kerahmatan pada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Termulia. Ya Allah, berikanlah tambahan keberkahan pada Muhammad dan pada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah menambahkan keberkahan pada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Termulia. (Muttafaq ‘alaih)
1403. Dari Abu Mas’ud al-Badri r.a., katanya: “Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam datang kepada kita dan kita semua sedang dalam majelisnya Sa’ad bin ‘Ubadah, lalu Basyir bin Sa’ad berkata kepada beliau Sallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Allah menyuruh kita supaya kita membaca shalawat kepada Tuan, ya Rasulullah, maka bagaimanakah cara kita mengucapkan shalawat kepada Tuan itu?” Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu diam, sehingga kita semua mengharapkan, alangkah baiknya kalau tadi-tadi Basyir tidak bertanya kepada beliau tentang hal itu. Kemudian Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Ucapkanlah: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad. Kama shallaita ‘ala Ibrahim. Wabarik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad. Kamabarakta ‘ala ali Ibrahim. Innaka hamidum majid -untuk artinya silahkan periksa dalam hadits no.1402 di atas-. Adapun tentang salam, maka sebagaimana yang engkau semua sudah diajari.” (Riwayat Muslim)
1404. Dari Abu Humaid as-Sa’idi r.a., katanya: “Para sahabat berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah cara kita mengucapkan shalawat kepada Tuan?” Beliau Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Ucapkanlah: Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala azwajihi wa dzurriyyatihi. Kama shallaita ‘ala Ibrahim. Wa barik ‘ala Muhammad, wa ‘ala azwajihi wa dzurriyyatihi. Kama barakta ‘ala Ibrahim. Innaka hamidum majid.” -artinya:- Ya Allah, berikanlah tambahan kerahmatan pada Muhammad dan pada istri-istri dan keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan tambahan kerahmatan pada Ibrahim. Dan berikanlah tambahan keberkahan pada Muhammad dan pada istri-istri dan keturunan-keturunannyam, sebagaimana Engkau telah menambahkan keberkahan pada Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Termulia. (Muttafaq ‘alaih)
sumber : Riyadhus Shalihin Bab 243 Bacaan Shalawat Kepada Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam
Nice artikel mas…
Smoga kita semua selalu mendapat berkah dan menjadi berkah bagi orang lain
Aaamiiin ya Rabbal Aaalamiiin…
kok sepi gan, apa karena bukan artikel motor ya.
Allahumma shalli ‘ala Muhammad